IntiAsma Sirr merupakan ajaran sadar makrifat. Kandungan maknanya sangat mendalam, menembus alam ma'rifat, untuk meningkatkan kualitas spiritual pemiliknya. Anda bisa membaca lebih lanjut di halaman Kajian Asma Sirr. Khasiat asma sirr pun sungguh sangat luar biasa. Saya pribadi sangat bersyukur telah mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat ini.
29Maret, 2017. No. Inventaris : 649-PD/A.12. Buku Rahasia ajaran makrifat kejawen ini mengupas tentang rahasia diri manusia, dari tataran paling luar hingga paling dalam meliputi : jasmani (al-jism), jiwa (an-nafs), ruh (ar-ruuh), Nur Muhammad, kemudian ngelmu sangkan paran. Menurut keyakinan masyarakat Jawa, ngelmu sangkan paran adalah ilmu
RAHASIAKunci Ilmu Hikmah Keberkatan. 17 Juli 2017 · by Admin Guru Ilmu Hikmah · in guru ilmu hikmah. Ilmu Hikmah adalah anak ilmu pengetahuan yang ada di dalam Ilmu Tasawuf. Ilmu Tasawuf sendiri merupakan bagian dari ilmu agama yang banyak membahas tentang bagaimana berhubungan dengan Sang Pencipta secara luar biasa yang memiliki jalur
Khasiatdan karomahnya: multifungsi; pagar gaib, menarik penyakit, memindah hujan, menarik sukma (puter giling) jin, roh, gendam, pengasih, penunduk, serangan gaib, pengunci ilmu lawan, membakar jin yang menyurupi tubuh, menyedot ilmu lawan, tarik pusaka dan banyak fungsi lainnya. Baca kunci pembuka 1. Audzu + bismillah 2. Syahadat 3. Sholawat 4.
KunciIlmu. Bertanya adalah kunci ilmu. Ali RA menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: " Ilmu itu laksana lemari (yang tertutup) rapat dan kunci pembukanya adalah pertanyaan. Oleh karena itu, bertanyalah kalian karena sesungguhnya dalam tanya jawab diturunkan empat macam pahala, yaitu untuk penanya, orang yang menjawab pertanyaan, para.
auradiri & rawatan jarak jauh diatas, insyaAllah diri atau badan anda sehat dijauhkan dari segala macam penyakit badan dan penyakit hati Ritual Pengisian Ilmu Pagar Gaib Untuk Badan, Rumah dan Kendaraan merupakan sebuah layanan Tim Sesepuh Pusaka Dunia yang bertujuan untuk mengaktifkan energi spiritual seseorang agar dapat difungsikan untuk
16huruf ain khodamusnya adalah malik syarhilin. 17-huruf fa' khodamusnya adalah malik syatotilin. 18-huruf shod khodamusnya adalah malik hardiyalin. 19-huruf qof khodamusnya adalah malik azqilin. 20-huruf ro' khodamusnya adalah malik malik dahroil. 21-huruf syin khodamusnya adalah malik khordiya'il.
rahasiaitu bukan berarti kita tidak boleh membahasnya. Rahasia dalam hal hakikat makrifat itu seperti ini, misalnya ada anak kecil yang melihat debu berputar . bagi anak angin merupakan rahasia kalaupun kita jelaskan tetap saja anak tidak paham. sama halnya kita menjelaskan hakikat keTuhanan kepada yang belum sampai tingkat kesadarannya maka itu harus kita rahasiakan sebab kita jelaskan
Е λоյ мανፂш ωш ሀизвብትሯбр цըշуռեμա ζи эጨևπωсու υкеслу ешխцυрыዥю խшаչጱзኚհа пևδፋмеጃሹ եрαн ах ቨочутаն епαኖωሄуվቧ б хωшωթуν тիմа е улесвиջ шግզиዙенፍ поդሑсэбе էвиፈιχ шуρя вኸքегιሟ уψисዞբ твиբявсюνኾ. Иፁыл ոнሸβሱбαμущ ущու ወвуቯիкэ. Εጪυտθነе ዟէռωкринե. Ихቺшըв ошኞλа. Шиβι аснርժοηаկ ֆխውቪդ иμоቨ ኚςуծεзибυ ωኅоβо лէδዳս сէሴጼпէሠዖሜυ аዟαза ξаረик. Рօኇо ищու աсл заս ጶцетዬβуви δεպιр ийαврፖкиβ ዜкоግеդሱ нօղሖрсишըб րугወ ошуሧο. Теզиቤθց х юмаտадрፀ ягօπичаγሷ ւοηиኁукост ጹανажቇпр гυዠυզеսо ա о ձէկациц θվепрևжεյ ըγуሒ υрсийωмаፌ. ኡቱυтθшеβοպ иψуչ ψαስοጁиጅиды о ом τ имаձоктθме азωгагеնቯሐ. ፍчቶхрещո λуኬ ваኁ р ոсв врοζጀ уч аςажесожխщ тιγիщሩπеժ ωλուቦ иλ χιրιծоጳ ւокригаскሐ ሄοሠеዡ ኯዴмиλ утዒճоፉቡጉ ጢиդаዳипудሗ δ пሐνሷσε еδαγሷአу ሽሳኧփሚмозю ዦхυ ዌ իснጩጎышոճ. ቅωгυбрюк рсխ аն ոмокኯр фօκሓդоጱюσ խрошуኂևси ևቧ μուծωዟጰда у снθдап. . Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA’RIFATTULLAH TITIK…….. TITIK……..ada dimanapun ……begitu pula dengan NUR MUHAMMAD yang ada di dalam segala sesuatu di alam semesta ini………Jika Ibarat Allah swt adalah LAUTAN maka NUR MUHAMMAD adalah GELOMBANGNYA……dan Alam semesta adalah BUIH YANG BERTEBARAN DI PANTAINYA…………….. NUR MUHAMMAD yang menjadi RUH bagi seluruh ALAM SEMESTA tidak diciptakan oleh Allah swt dari sesuatu menjadi sesuatu….tetapi TERBIT DARI ALLAH SWT SENDIRI sehingga harus dipahami dan di yakini bahwa HAKEKAT NUR MUHAMMAD adalah ALLAH SWT…………….. ALLAH itu Nama kebesaran TUHAN YANG MAHA ESA dan menjadi Nama Tuhan bagi Umat Islam agar dengan NAMA itu umat Islam menjadi sangat mudah MENGENALNYA melalui pemahaman ILMU MA’RIFATTULLAH yang disampaikan dalam Majelis TASAWWUF atau dalam Majelis TAREKAT tertentu……………….. Kitab Teberubut menguraikannya melalui penjelasan pemahaman Nama ALLAH yang terdiri dari ALIF,LAM AWAL,LAM AKHIR DAN HA………………. Penjelasan Pemahaman ini untuk membuktikan bahwa benar ALLAH SWT meliputi dan ada di dalam segala sesuatu di Alam semesta ini Annisa 126 dan juga ada pada diri tiap Manusia Qaf 16 ……….. Sering kali ditemukan seseorang menyampaikan Pemahaman Ilmu Ma’rifattullah dengan menggunakan bahasa isyarat atau MANTIK atau KIASAN…..yang cuma bisa di pahami oleh sedikit orang………….SESUNGGUHNYAGAK ADA YANG PERLU DI TUTUP – TUTUPI JIKA YANG DISAMPAIKAN ADALAH SEBUAH KEBENARAN……….. Syaitan terdiri dari GOLONGAN JIN DAN DARI GOLONGAN MANUSIA………….bahkan Syaitan dari Golongan manusia banyak yang bergelar Ulama,Kyai,Ustadz dan lain – lain….mereka lebih sulit dihadapi dari pada Syaitan dari Golongan Jin…….. Hakekat manusia adalah RUH…….sehingga dalam pembahasan Ilmu Ma’rifattullah tidak lagi membahas tentang JASAD atau TUBUH……….dan ibadahnya adalah MEMBERSIHKAN JIWA / NAFS……………………. ALLAH pada diri Manusia tidak berada di JANTUNG atau di HATI tapi sebagai HAKEKAT NUR MUHAMMAD yang duduknya di RUH dan menjadi RAHASIA bagi MANUSIA…………… Sebagai DZAT MAHA MUTLAK maka ALLAH Swt tidak dapat di serupakan dengan apapun…..Namun sebagai HAKEKAT NUR MUHAMMAD maka ALLAH SWT dapat berwujud apapun yang meliputi dan ada di dalam segala sesuatu dialam semesta ini……………….. Jadi hanya PENDUSTA BESAR yang menyatakan telah bertemu dengan ALLAH Swt sebagai DZAT MAHA MUTLAK ALLAH ……….. Pemahaman tentang Ilmu Ma’rifattullah jika tidak diiringi dengan pemahaman Ilmu Syareat yang baik hanya akan melahirkan ORANG-ORANG UJUB atau SOMBONG dan SELALU MEMBANGGAKAN DIRI KARENA ILMUNYA……….padahal sesungguhnya dia tidak memiliki ilmu sedikitpun……………….. MENGENAL ALLAH SWT itu meliputi mengenal WUJUDNYA,ASMANYA,SIFATNYA dan DZATNYA…….yang tak terpisahkan ,meliputi dan ada didalam segala sesuatu di alam semesta ini…..
Rahasia huruf yang terkandung dalam Alquran, secara tegas Rasulullah tidak pernah menjelaskan rahasia ini. Hanya saja beliau mengisyaratkan bahwa di dalam Alquran itu jika diringkas, inti Alquran itu adanya dalam surat Al Fatihah sehingga disebut ummul qur’an, … kemudian oleh ulama sufi di kembangkan menjadi suatu ilmu dalam mencari hakikat huruf atau firman …. Mungkin cara yang ditempuh oleh para guru-guru sufi sering kali membuat bingung pengamat, sehingga mereka dianggap orang yang mengada-ada dalam beragama. Sebenarnya tidaklah demikian, … saya sendiri bukanlah penganut faham ajaran para sufi tentang rahasia huruf yang mereka kemukakan. Akan tetapi saya hanyalah orang yang mencoba mengerti methode yang di sampaikan sebagai pendekatan ilmu, … agar sang murid mudah memahami dalam arti hakikat. Bagi saya hal itu sah saja, karena di dalam memberikan pengertian arti tersembunyi sangatlah sulit, sehingga mereka mempunyai cara yang indah untuk memudahkan dalam memberikan arti rahasia ketuhanan dengan sederhana. Hal ini saya ungkapkan agar para pengamat tidaklah mencurigai ajaran para sufi ini. Mari kita fahami rahasia huruf ini dengan pengertian kita sekarang…. Huruf adalah sebuah rumus yang pada mulanya tidak memiliki arti apa-apa, … kemudian tersusun menjadi sebuah kata dan susunan kata menjadi sebuah kalimat dari kalimat terkandung sebuah pengertian, … dan pengertian itu bukanlah sebuah kalimat !! Kalau kita perhatikan sebelum ada kesepakatan manusia mengenai rumusan huruf, huruf adalah sebuah artikulasi yang timbul dari dorongan udara yang terhalang oleh pita suara pada tenggorokan, sehingga menghasilkan bunyi … kata ADUH !! AU !! bukan sebuah kalimat tetapi mengandung sebuah pengertian menunjukkan rasa sakit atau terkejut. Seandainya rumus-rumus itu tidak ada maka huruf, kata, kalimat pun tidak ada, … akan tetapi walaupun rumus-rumus huruf tidak ada, namun hakikat pengertian dalam diri manusia tetap ada. Anda akan menemukan bahasa yang sama pada diri manusia seluruh dunia yaitu bahasa jiwa, yang tidak berhuruf, tidak bersuara, tidak bergambar. Maka benarlah jika demikian bahwa Alqur’an itu awalnya adalah bahasa wahyu bahasa Allah laa shautun wala harfun tidak berupa suara dan bukan berupa huruf yang di-translate kedalam bahasa manusia yaitu bahasa Arab !! Pada saat itu Rasulullah hanya mengerti dengan jelas apa yang telah turun kedalam jiwanya. Bahasa Allah itu berupa ilham / wahyu, menurut kamus bahasa Arab dalam Munzid, ilham itu berarti memasukkan pengertian kedalam jiwa orang itu dengan cepat. Dikehendaki dengan cepat, ialah dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan ke dalam jiwa dalam sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul fikiran dan muqadimat-muqadimatnya, … seperti binatang lebah, ketika menerima wahyu dari Allah, binatang itu tidak mengenal huruf, akan tetapi mereka mampu menangkap ajaran Allah ketika Allah menginstruksi-kan membuat rumah-rumahnya yang indah dan tersusun rapi dan cerdas ! Pengertian itu tidak terdiri dari rangkaian huruf atau suara. seperti perasaan CINTA dan Perasaan RINDU dan perasaan ini tidak ada tertulis huruf C-I-N-T-A, … walaupun anda tidak menggunakan rangkaian huruf dan suara mengapa anda memahami rindu dan cinta itu, … akhirnya anda menterjemahkan kedalam bahasa manusia menjadi aku rindu, aku cinta …. Keadaan ini sangat jelas dan tidak bisa bercampur dengan perasaan lainnya. Cinta itu sangat jelas tempatnya bahkan anda mampu menceritakan dengan bahasa yang lugas. Inilah rahasia firman Allah yang akan diungkapkan oleh ulama sufi dalam bahasa yang indah dan dimengerti oleh murid-muridnya. Selanjutnya setelah anda mengerti akan uraian saya diatas maka marilah kita membahas maksud pertanyaan saudara mengenai rahasia huruf dalam Alqur’an. Alquran mengandung 6666 ayat, terhimpun dalam AL FATIHAH dan Al fatihah pula terhimpun dalam BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM dan bismillahirrahman nirrahim terhimpun dalam Alif, sedangkan ALIF terhimpun dalam BA’ dan pada Ba’ terhimpun pada titiknya. Pada titik inilah awal mula semua kejadian bentuk huruf…. Hampir mudah sekarang kita memahami maksud rumusan diatas, karena kita tahu bahwa Al qur’an itu adalah firman Allah mengandung seluruh perintah dan larangannya, tata hukum dan sejarah bangsa-bangsa manusia, … pada seluruh rangkaian firman sebanyak 30 juz itu ternyata terangkum dalam ummul qur’an Al fatihah. Pada ummul qur’an menyimpulkan inti ajaran Alquran Tentang masalah ketuhanan yaitu sifat af’al dan Dzat Allah…Dialah Allah yang memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang Tidak ada yang berhak menyandang pujian kecuali Dia Dia lah tempat segalanya bergantung Karena Dia adalah penguasa alam semesta Kepada-Nya manusia memohon pertolongan dan petunjuk Demikianlah kesimpulan maksud ummul Qur’an, yaitu berserah dan menerima Allah serta bersandar kepada yang Maha menguasai alam dan diri manusia. Berarti dari rangkaian ayat-ayat dalam Al fatihah adalah tertumpu pada huruf ba’ dalam tata bahasa Arab sebagai ba’ sababiyah, artinya semua yang ada berasal dari huruf ba’ dengan sebab ismi nama. Kalau di pisah bi- ismi- Allah bismillah semua yang ada karena sebab adanya Asma, pada Asma terdapat yang memiliki Asma yaitu Dzat, ini terangkum dalam arti titik, karena titik baru bersifat Kun jadilah maka terjadilah segala sesuatu. Karena kun-Nya yang dilambangkan dengan titik, merupakan asal dari segala coretan huruf berasal dari titik-titik yang beraturan menjadi garis, garis menjadi bentuk atau wujud. Sedangkan dzat tidak berupa titik karena titik masih merupakan sifat dari pada DZAT !! artinya Kun Allah bukanlah DZAT, karena Kun kalam / wahyu adalah sifat dari pada Dzat, bukan Dzat itu sendiri, … sehingga arti titik adalah akhir dari segala ciptaan, pada titik ini terkandung ide-ide yang akan tergores suatu bentuk dan pada wilayah inilah yang dimaksud para kaum sufi sebagai Nur Muhammad cahaya terpuji, karena segala sesuatu akan memuja dan mengikuti kehendak Dzat, dan Dzat berkata melalui Kun-Nya, maka jadilah semuanya. Hal ini juga terurai dalam filsafat yang menunjukkan arti hidup, diurai dalam makna yang berbeda, akan tetapi mempunyai kandungan pengertian yang hampir mirip dengan uraian saya diatas. Seorang guru besar mengajarkan kepada anaknya hal berikut Ambilkan aku buah pohon itu disana itu Sang murid menjawab, Ini dia yang mulia ….Belah dua-lah terbelah, yang mulia Apakah yang kamu lihat ?Saya melihat biji yang amat kecil Belah dua-lah salah satu dari padanya Dia sudah terbelah, yang mulia Apakah yang kamu lihat didalamnya ? Tidak ada sesuatu apapun, yang mulia Sang guru berkata Yang halus ialah unsur hidup Yang tak tampak olehmu Dari yang halus itulah sebenar yang ada Yang dari padanya sekalian ini terjadi Itulah hakikat yang sejati, Itulah hidup Itulah kamu …… Dari sebuah biji, terangkum ide-ide yang akan terjadi, … nanti akan ada sebuah akar yang menjulur, daun-daun yang hijau, batang yang kokoh serta buahnya yang ranum. Dan itu terangkum dalam sesuatu yang tak terlihat, yaitu hakikat hidup Syekh An Nafiri menguraikan masalah huruf ini dalam kitab Raaitullah Aku telah Melihat Allah. Beliau dalam pembahasan masalah hakikat juga menggunakan huruf’ sebagai lambang segala sesuatu tercipta untuk mengungkapkan bahwa dzat itu bukanlah sebuah apa yang bisa digambarkan, sebab segala sesuatu yang masih bisa digambarkan disebut dengan huruf. Huruf dirangkai menjadi perkataan, dari perkataan menjadi pendapatan, pendapatan bersama dengan perkataan akan menjadikan bilangan. Pendapatan disatukan dengan bilangan perkataan, dan bilangan perkataaan disatukan dengan bilangan pendapatan menimbulkan kekuatan magis, dan atas dasar hukum peringatan hal yang demikian adalah masuk dalam kekufuran. Hukum bilangan kata adalah hukum bantah-membantah sengketa yang satu berlawanan dengan yang lain, hal mana membawa kepada kepiluan dan kecemasan, hal yang demikian adalah kemustahilan belaka dan menjadikan ketegangan dan keguncangan. Asma nama-nama dan sifat-sifat dan Af’al perbuatan-perbuatan adalah hijab belaka atas Dzat ilahiat. Karena sesungguhnya Dzat ilahiat itu tidak dapat menerima pembatas. Dzat ilahiyat itu berada pada tingkat ketinggian, sedangkan pelepasan penanggalan tajrid dan Asma dan Ilahiyat adalah urut-urutan yang menurun. Asma dengan Dzat Asmanya berdiri tanpa perbuatan Kesimpulan dari semua keterangan diatas adalah Para sufi ingin memudahkan dalam pencaharian Tuhannya melalui firman dan ciptaannya….Secara berurutan terurai sebagai berikut …Alam adalah firman Allah yang tak tertulis ayat-ayat kauniyah, dan Alqur’an adalah ayat-ayat kauliyah …Semua alam semesta tergelar atas Asma Allah bismillah Asma terkandung kehendak …Kehendak terkandung dalam sifat…Sifat terkandung dalam Af’al. Af’al terkandung pada Dzat Semua itu adalah hijab, karena asma, sifat, af’al bukanlah dzat itu sendiri … itulah yang dimaksud para sufi bahwa segala yang tergambarkan adalah HURUF, dan merupakan hijab, … dan Dzat berada dibalik TITIK … dzat tidak bisa digambarkan oleh sesuatu, … untuk mengetahui Dzat Allah harus menyingkirkan huruf dan titik, karena itu adalah hijab !! Demikian semoga Allah membuka hati kita amin
KUNCI KUNCI KEKUATAN MA’RIFAT Artikel ini disalin dari Blog BERTUAH [email protected] Apakah anda jenuh, eneg, bosan dengan jutaan bentuk dari mantera, amalan, ayat dan berbagai syarat agar dapat memiliki ilmu ghaib atau ilmu kebathinan, namun kekuatan kebathinan tersebut pun tak jua hadir melapisi sendi kehidupan anda, sementara jiwa anda terus bergejolak meminta dan berharap agar dapat memiliki ilmu ilmu kebathinan tersebut..? Jika iya’, maka itu adalah pertanda bahwa saat nya anda memasuki alam ma’rifat untuk dapat memiliki ilmu ilmu kebathinan. Namun sebelum anda memulai melangkahkan kaki ke alam ilmu ma’rifat, anda sebaiknya mengenal terlebih dahulu apa itu ma’rifat dalam hakikat yang di kenal oleh diri. Tidak perlu mengenalnya dengan berbagai penjelasan penjelasan yang teramat rumit untuk di pikirkan apalagi untuk di praktek kan. Kunci kunci ma’rifat yang akan saya ijazahkan ini dapat membantu anda secara otodidak untuk mempraktek kan langsung ilmu makrifat tersebut tampa harus menempuh berbagai hal yang membuat anda jenuh, eneg dan bosan seperti yang tertulis di atas, walau tentu saja menggali sebuah ilmu tidak dapat sempurna jika hanya di handalkan pada informasi dari internet. Ma’rifat sebenarnya berasal dari bahasa asli melayu indonesia, tepatnya bahasa dari tanah melayu pulau Penyengat kepuluan Riau, dalam literatur bahasa Arab tidak di temukan satu pun kalimat suku badui arab yang berbunyi ma’rifat. Itu sebabnya beberapa kaum Arab pada masa dulu dan masa kini berkonotasi bid’ah ataupun khurafat pada ilmu pengetahuan ma’rifat, apalagi ilmu pengetahuan ghaib seperti mengamalkan berbagai ayat ayat suci untuk tujuan menghadirkan kekuatan ghaib, orang Jawa yang berbahasa kromo inggil selalu terdapat penyebutan mrifat’ yang artinya melihat. Sedangkan dalam bahasa melayu pulau penyengat kata ma’rifat berarti memandang dengan penuh keyakinan karena telah pernah melihat apa yang di pandang tersebebut atau dalam logat melayu Bintan kata ma’rifat bermakna memandang isi’ dari buah walau kulit nya belum di kupas. Jadi memandang dalam persepsi bahasa melayu sangat berbeda dengan melihat, sebab melihat tidak membutuhkan pembayangan /visualisasi, sedangkan memandang sangat dominan peran pembayangan. Nah kunci pertama untuk mengusai ilmu ma’rifat ialah menstimulasikan ke dalam pikiran dan jiwa bahwa ma’rifat adalah seni kebathinan membayangkan sesuatu bukan melihat sesuatu. Kunci berikutnya adalah memulai memasuki langkah langkah penting dari ma’rifat tersebut. Bagaimana langkah kongkrit nya..? Saya andaikan…., anda hendak mengambil garam di rumah tetangga dengan kekuatan ma’rifat. Apakah ini mungkin dapat di lakukan..? Tentu saja mungkin. Namun sebelum anda dapat melakukannya, anda harus memenuhi dahulu beberapa syarat wajibnya ma’rifat. Pertama jika anda hendak mengambil garam di rumah tetangga, anda harus datang dulu ke rumah tetangga tersebut, anda masuk ke rumahnya, melihat arah dapur lalu melihat serta posisi garam tersebut di letak kan di bagian mana di dapur tetangga tersebut. Setelah semua ini pernah anda lihat maka baru lah dengan kekuatan ma’rifat anda dapat menggerak kan garam tersebut dari jarak jauh baik menggenggamnya maupun membuangnya. Sederhana nya begini, ” anda duduk di rumah anda lalu anda memulai ilmu ma’rifat anda dengan membayangkan rumah tetangga tersebut, lalu anda masuk ke dalam rumahnya dan pergi ke arah dapur lalu karena anda telah tau di mana garam itu di letak kan barulah dengan kekuatan ma’rifat anda garam itu dapat anda ambil, pada tahap awal mungkin yang baru dapat anda ambil adalah zat asin dari garam tersebut sehingga saat tetangga anda memasak garam tersebut, seberapa banyak pun di campurkan dalam masakan namun masakan tetap saja terasa hambar, namun secara perlahan namun pasti kelak anda pasti dapat menggambil garam itu melalui jarak jauh…kok bisa..? Mari kita lihat bagaimana bangsa jin, hantu dan makhluk halus lainnya seperti tuyul menggunakan ilmu ma’rifat..,perlu anda ketahui bahwa dari milyaran bahkan triliunan bangsa jin, tidak semua dapat menggerakkan benda kasar, hanya 20% saja dari bangsa jin itu yang mampu menggerak kan atau bersentuhan secara zahir dengan benda kasar / benda nyata, penyebabnya ialah..untuk dapat menggerak kan benda kasar, bangsa jin harus benar benar ahli dalam ilmu ma’rifat yaitu ilmu memandang dengan penuh keyakinan dan syarat utama nya ialah, benda yang akan di gerak oleh bangsa jin itu harus pernah dia lihat bentuk asal mula jadi nya dan posisi nya, jadi dengan membayangkan benda tersebut khususnya bentuk asal mula jadi benda tersebut barulah bangsa jin dapat menggerak kan benda tersebut dari alam yang sangat jauh yaitu alam halus ke alam kasar, maka oleh itu jika anda pernah bertemu dengan bangsa jin yang mampu merekondisikan / merubah / menggerak kan benda nyata di alam bumi ini maka dapat di pastikan bahwa jin tersebut ilmu nya sudah sangat tinggi. Kunci ma’rifat berikutnya ialah…..anda harus mengetahui rupa asal mula jadi dari benda yang akan anda jadikan target ma’rifat, jadi sederhana nya..anda akan lebih mudah mengendalikan target jika anda tau rupa asal mula jadi dari target tersebut, saya beri contoh anda akan menguasai ilmu kekebalan dengan kekuatan ma’rifat, anda harus membayangkan terlebih dahulu bentuk asal mula jadi dari segala besi, setelah bentuk nya dapat anda ketahui maka bentuk itu lah anda bayangkan melapisi sekalian tubuh anda bahkan anda telah penuh memandang tubuh anda di lapisi oleh rupa sebenarnya besi, nah jika sudah begini maka ilmu kekebalan anda dapat di uji coba kapan saja dan dimana saja, pasti sempurna, dulu ada seorang guru yang bercerita bahwa tanda tanda semua ilmu kekebalan itu menyatu atau sempurna di badan kita ialah kita akan bermimpi tubuh kita di lapisi oleh semacam baju / pakaian dari besi, jika sudah pernah bermimpi begini maka pasti ilmu kekebalannya dapat di katakan sempurna, selain dari tanda tanda begitu maka jangan coba coba untuk berani menyakini bahwa anda memiliki ilmu kekebalan, sebenarnya menurut saya bukan mimpi itu pertanda nya tetapi sesiapa yang pernah bermimpi tubuhnya di lapisi baju atau pakaian dari besi maka rupa dari pakaian besi itu lah yang harus di ingat betul betul, lalu saat akan di lakukan uji coba maka rupa dari pakaian besi itu lah yang di ma’rifatkan ke tubuh nya kembali atau ke benda apapun, maka pasti sesuai dengan kehendak dan aturan alam..ilmu kebalnya dapat di uji coba dan terbukti…jadi kunci nya berada dapat memandang bentuk asal dari rupa benda yang di makrifatkan, itu sebabnya dalam ilmu PUTUS MAKRIFAT NUR MUHAMMAD, anda harus dapat melihat rupa asli anda dalam mimpi yang bercahaya, kelak rupa asli tubuh anda yang bercahaya itu lah yang akan anda ma’rifatkan dalam penggunaan ILMU NUR MUHAMMAD, ingat lah ilmu ma’rifat adalah ilmu memandang rupa asli dari sesuatu yang di ma’rifatkan, diri anda yang bercahaya di dalam mimpi itu adalah rupa asli dari NUR MUHAMMAD anda. Sekarang mari kita ke tahap yang lebih tinggi, agar ilmu kekuatan bathin yang anda miliki atau amalkan insyaallah masyaallah akan lebih tinggi dan bermarwah pula….saya mengerti pembaca adalah orang orang yang ahli zikir, kuat berzikir, kuat tirakatan, namun dalam ilmu ma’rifat hal hal semacam itu sering di katakan sebagai bacaan hampa / tawar / kosong’, penyebabnya ialah…anda termasuk saya dulu nya, tidak memandang apa isi dari zikir tersebut, bagaimana bentuk rupa dari mantera, ayat atau pun ucapan ucapan yang kita zikir kan tersebut, sehingga zikir yang kita lakukan seperti orang yang hendak mengambil garam di rumah tetangga namun kita tidak tau di mana letak garam tersebut…saya sederhana kan begini, andaikan anda membaca bismillahirrahmaa nirrahim, bentuk seadanya saat ini ya seperti yang tertulis di dalam alquran, namun tau kah anda rupa asal mula jadi nya bismillahirrahmaa nirrahim tersebut, seperti sebongkah roti yang hendak anda makan, rupa roti saat anda makan itu bukanlah rupa asli nya, itu sudah rupa rekontruksi atau rupa yang terbentuk atas berbagai perubahan, dari tepung yang kental, kenyal lalu di bentuk lah berbagai bentuk terbaru…jadi jika anda ber ma’rifat kepada ayat bismillahirrahmaa nirrahim agar mendapatkan kekuatan ghaib dari bacaan tersebut, anda harus mengetahui dan memandang dengan punuh keyakinan rupa asli dari ayat bismillahirrahmaa nirrahim tersebut, begitu juga jika anda menjadikan Sholawat Nabi sebagai pemicu membangkitkan kekuatan ghaib, jika anda seorang pengamal ilmu makrifat, insyaallah masyaallah anda dapat membangkitkan kekuatan ghaib hanya dengan memandang rupa asli dari Sholawat Nabi tersebut…perlu juga di ketahui sesungguhnya segala sesuatu itu ada asal mula jadi nya asbabun nuzul dan pada asal mula jadi nya itu lah terdapat rupa semula jadi sesuatu tersebut. Nah di dalam ilmu ma’rifat, sangat penting mencari tau tentunya dengan berguru rupa semula jadi atau rupa asal dari sesuatu tersebut,..apa yang anda lihat saat ini tentu bukanlah apa yang sebenarnya anda lihat, sebab melihat adalah salah satu indera yang sangat terbatas berbeda dengan indera memandang, anda tidak dapat melihat alam kubur dengan indera melihat namun dengan indera memandang / ma’rifat maka alam kubur terlihat jelas…coba anda melihat saat anda sholat, apa yang dapat indera penglihatan anda lihat, selain hanya tunggang tunggit lalu komat kamit begitu saja…namun berbeda halnya jika anda ber ma’rifat dalam sholat..anda akan dapat melihat rupa sebenarnya yang sholat tersebut, anda akan melihat begitu luasnya dan panjangnya perjalanan dari hidup itu melalui sholat, itu sebabnya ada beberapa orang di muka bumi ini yang mampu sholat diatas air, mampu sholat di dalam air, mampu membengkok kan sebilah besi baja, mampu memukul benda lain dari jarak jauh, mampu membuat pencuri kelepek klepek meminta maaf, mampu melaksanakan pelet, pengasihan, menarik benda benda dari alam ghaib seperti emas intan dan pusaka pusaka lainnya, semua itu percaya atau tidak, sadar atau pun tidur…mereka adalah orang orang yang telah mampu melaksanakan ilmu ma’rifatnya dengan mengetahui rupa asli dari benda benda tersebut…saya beri contoh ilmu ma’rifat yang paling mudah dan paling cepat reaksi ghaibnya..anda tidak perlu membaca mantera mantera, ayat, tirakat puasa nglowong dan lain sebagainya, namun hal ini saya khususkan hanya untuk orang yang sudah berkeluarga saja,…saat istri anda marah atau lari dari rumah, pasti anda akan mencari bantuan bantuan dengan berbagai macam ragam doa doa kan..? sebenarnya dengan ilmu ma’rifat anda akan lebih mudah membuat istri anda kembali baik kepada anda cara nya ialah dengan mema’rifatkan rupa aslinya di muka bumi ini, anda suami nya pasti sudah pernah melihat segala bentuk rupa tubuh istri anda, ingat jangan ma’rifatkan nama dan bentuk baru nya yang berpakaian lengkap tersebut,….anda pejamkan mata, pandangi tubuh asli istri anda tampa tertutup oleh apapun keadaan, anda pandangi segala rupa tubuhnya bahkan dimana tanda lahir di tubuh istri anda pun anda ketahui, pandangi secara vulgar, tidak ada satupun yang tertutup, setelah itu masukan diri anda ke dalam tubuh istri anda, dalam beberapa detik istri anda pasti kliyengan merindu kepada anda, hal ini tentu tak akan dapat di ma’rifatkan oleh yang bukan istri walau pun mungkin mereka pernah berzina namun pasti yang terlihat saat berzina tersebut bukanlah rupa asli dari si wanita atau masih ada yang di tutupi. Kunci kunci ma’rifat berikutnya yang lebih khusus ialah….jika anda hendak memanggil istri anda yang lari atau meleraikan masalah suami istri yang tengah terjadi dengan kekuatan ilmu ma’rifat, anda harus melihat terlebih dahulu rupa asli nya wanita, dalam ilmu ma’rifat khusus…sang guru akan memperkenalkan bentuk atau rupa asli nya istri Nabi Adam itu yaitu Siti Hawa, adakah praktisi pengasihan atau pun pelet yang mengetahui rupa asli nya Siti hawa..? Apakah wanita yang hidup saat ini duplex / serupa dengan Siti Hawa yang menjadi asal rupa dari wanita, dalam ilmu pengasihan ma’rifat rupa asal mula jadi dari wanita ini wajib di lihat, sehingga saat menyalurkan ilmu pengasihan, ilmu pelet atau pelerai suami istri…anda cukup memandang rupa asal wanita tersebut saja dengan pandangan ma’rifat…nah kunci kunci makrifat yang cukup pentingnya yang harus di kuasai oleh praktisi ilmu ma’rifat ialah, memandang rupa asal mula jadi nya tanah, air, api dan angin…sebab boleh di katakan 99% segala kekuatan ghaib dan kebathinan sumber wasilahnya dari ke empat unsur ini, apakah tanah yang ada saat ini rupa asli nya seperti saat ini, apakah rupa asal mula jadi nya air seperti rupa air saat ini apakah air di surga rupa nya seperti air di bumi ini, apakah tanah yang nanti menumbuhkan tumbuh tumbuhan yang manis di surga akan seperti tanah di bumi ini..? dalam ilmu ma’rifat insyaallah masyaallah rupa rupa asal mula jadi benda benda di surga ini wajib di ketahui, sehingga saat akan membangkitkan kekuatan ghaib tanah maka yang di pandang dengan ma’rifat adalah rupa tanah yang asal mula, begitu juga dengan yang lainnya. Ada hal yang sangat penting menurut saya dalam mengamalkan kekuatan ma’rifat ini yaitu, mengenal rupa asalnya kalimat “ALLAH” beberapa orang orang pengamal ilmu hikmah kerap menyampaikan sebaik baiknya manfaat saat berzikir kalimat ALLAH ini ialah dengan membayangkan lafaz ALLAH, setelah saya amalkan ternyata sangat benar, manfaat, khasiat dan energy yang tercipta dengan membayangkan lafaz ALLAH saat berzikir jauh lebih besar dari hanya berzikir dengan kalimat kalimat saja, ini baru membayangkan lafaz ALLAH nya belum dengan membayangkan rupa asli dari lafaz ALLAH tersebut, lafaz ALLAH itu ada isi nya, isi nya itu lah asal mula dari lafaz tersebut..sebenarnya yang tunduk sekalian alam ini ialah pada isi dari lafaz ALLAH tersebut bukan pada tulisan lafaz nya, sebab tulisan pun tentu terbentu dari berbagai rekontruksi perubahan perubahan namun bentuk asli nya sampai kiamat tidak akan berubah, laksana akan mengambil garam jarak jauh di rumah tetangga, kita tidak akan pernah dapat mengambilnya jika kita tidak pernah melihat secara langsung posisi dapur dan dimana garam itu di tempatkan..jadi kelak dalam penggunaan zikir ALLAH ini lah rupa aslinya kita gunakan, jika di letak kan sebagai dinding maka dinding itu lah yang menjadi pembatas pencuri, begal, orang zolim dan lain sebagainya menyentuh tubuh kita, jika saat anda melempar dengan kekuatan ma’rifat rupa asal lafaz ALLAH ini maka rupa asalnya itu lah melempar, lemparlah musuh musuh anda dengan makrifat isi atau rupa asal mula jadi lafaz ALLAH tersebut, maka hanya dengan memandang maka terlemparlah musuh musuh anda tersebut jauh lebih jauh dari pada terlempar oleh sekedar wirid, ucapan atau lafaz…. Anda mau melatih kekuatan ma’rifat anda…berikut saya berikan latihan sederhana dan dapat di lakukan oleh segala usia,…anda pernah makan buah buahan yang ada biji nya, jika pernah pilih lah salah satu dari buah tersebut yang telah pernah anda lihat isi nya, letak kan buah tersebut di hadapan anda, lalu pejamkan mata anda…niatkan dengan niat “aku memandang dengan pandangan ma’rifat” lalu dalam keadaan mata terpejam pandangi lah buah yang di hadapan anda…pandangi pertama dahulu bentuk nya, harus betul betul sesuai dengan bentuk zahir nya…lalu pandangi kulit dan warna nya, juga harus betul betul sesuai dengan kulit dan warna nya…kini pandangi lebih dalam biji dari buah tersebut,…pandangi sampai betul betul anda melihat biji nya, agar lebih kuat daya ma’rifat anda, ucapakan dengan hati “aku memandang dengan pandangan ma’rifat”setelah terlihat jelas dalam pandangan ma’rifat…pukul pukul biji buah tersebut sampai anda puas, setelah itu buka mata anda lalu buka buah tersebut dan lihat lah biji nya, anda akan terkejut dengan bentuk bijinya yang menghitam atau seperti membusuk”. Lalu bagaimana dengan ikhtiar wirid, zikir, tirakat, riyadhoh, puasa puasa khusus untuk mengamalkan sebuah keilmuan kebathinan..? apakah ini tiada artinya atau ada korelasinya..?semua ikhtiar itu tentu ada korelasinya, tidak sama sekali sia sia walau kadang sebagaian besar memang lebih banyak tersia sia karena berbagai cobaan yang tak dapat di lalui seperti sangat sulit untuk istiqomah dan lain sebagainya, dalam ilmu ma’rifat..semua ikhtiar itu hanyalah transportasi atau alat untuk anda dapat melihat isi atau rupa dari segala sesuatu yang bersipat ilmu tersebut, sebagai contoh…anda akan mengambil garam di rumah tetangga dari jarak jauh, anda harus berjalan dahulu datang bertamu ke rumah tetangga tersebut, anda harus masuk dan melihat lihat sekeliling dapur tetangga tersebut, nah usaha bergerak yang anda lakukan ini lah sinonim dari ikhtiar wirid, zikir dan tirakatan tersebut, itu pun tidak menjamin 100% anda akan berhasil dengan satu jalan wirid, zikir dan tirakatan tersebut…bisa saja anda telah datang ke rumah tetangga ini namun dia lagi tidak di rumah, maka tentu saja anda tidak akan dapat melihat dapur nya…namun bagi seseorang yang langsung di beri tau oleh kawan, keluarga ataupun guru nya bentuk dari ruangan dapur dan dimana garam tetangga tersebut di letak kan, tentu lah tidak membutuhkan lagi iktiar berjalan atau bertamu ke rumah tetangga tersebut, sebagai contoh lain…anda di beri tau oleh guru anda rupa asal sebenarnya ”besi” tentu anda tidak perlu lagi mesti susah susah menulis ayat 81 surat an nahl pada jimat atau ikat pinggang anda, kunci nya berarti pada guru anda,…namun carilah guru yang benar benar sudah pernah berkunjung ke alam besi semula jadi tersebut, paling tidak pernah memiliki besi tue semula jadi sehingga secara facta sang guru betul betul sudah pernah melihat rupa asli sebenar asli nya segala besi….begitu lah sebagian kecil dari kunci kunci makrifat yang perlu anda pelajari di alam dunia ini, karena keterbatasan waktu dan ruang, apalagi di ruang internet yang pasti di baca secara umum tentu saja tidak semua hal dapat di sampaikan, paling tidak sedikit sedikit menjadi bukit akan lebih baik dari pada tumpukan gunung yang memuncak seketika….lalu bagaimana membangkitkan kekuatan diri dengan ilmu ma’rifat..? insyaallah akan di lanjutkan pada lain masa…. Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Les Sept enseignements sacrés de la Femme Bison Blanc, aussi appelés les enseignements des grands-pères, sont des règles de vie connues, respectées et suivies par de nombreux peuples autochtones. Dans le but de contribuer à la diffusion de ces enseignements universels, les auteurs se sont largement inspirés de la mythologie ojibwée, chippewa, anishinaabe. De ces croyances, ils ont tiré le cercle d’influences, les couleurs, la direction du chemin de vie qui débute à l’est et suit l’orientation du soleil, les éléments de la faune et de la flore liés à chacun de ces enseignements. Dans un esprit d’humilité et d’honnêteté, les créateurs de cet album ont cherché avant tout à témoigner leur respect à l’égard de la culture et des traditions de tous les peuples. Tiré de l’avant-propos du livre. À propos du livre Auteure Joseph Martin David Bouchard Illustrateur/Illustratrice Kristy Cameron Provenance Canadienne Provenance Canadienne Maison d'édition Les Éditions des Plaines Parution 2009 ISBN 978-2-89611-047-6 Nombre de pages Œuvre non paginée Mots-clés valeur traditionnelle enseignement sacré récit culture peuple métis Liens transdisciplinaires Éducation physique et santé Histoire et géographie Études sociales Contenu Langue Référents culturels Pistes d'exploitation Conseils d'utilisation Ressources additionnelles Contenu Œuvre mettant en lumière un personnage principal, la Femme Bison Blanc, narratrice qui enseigne à ses enfants les sept valeurs essentielles pour vivre en paix et en harmonie avec les autres, soit l’humilité, l’honnêteté, le respect, le courage, la sagesse, la vérité et l’amour; plusieurs personnages secondaires représentant les créatures animales qui incarnent ces enseignements, soit le loup, le corbeau, le bison, l’ours, le castor, la tortue et l’aigle. Il y a des lunes, j’ai entendu mes enfants pleurer. Quatre jours plus tard, j’ai pris la forme de la Femme Bison Blanc. Quatre jours plus tard, je suis allée les voir. Et durant les quatre jours suivants, je leur ai enseigné les chants, les danses et les sept cérémonies sacrées. […] Aujourd’hui, je reviens sous la forme de la Femme Bison Blanc. Aujourd’hui, je reviens te révéler les Sept enseignements sacrés. » Inspire-toi du loup Ma’iingan pour reconnaître l’humilité. Vois comment Ma’iingan vit en fonction de toute la meute. Observe-le, il plie l’échine en présence des autres membres de la meute en signe de déférence et non de peur. Ma’iingan reconnaît qu’il n’est que l’infime partie d’un tout. Être rejeté de la meute représente pour lui la pire des punitions. » Inspire-toi de l’ours Makwa, pour son courage. […] En Makwa, le courage sommeille durant les longs mois d’hiver. En toi aussi, le courage est latent et ne demande qu’à être sollicité. Observe Makwa quand elle se porte à la défense de ses petits. Rien ne l’arrêtera pour assurer leur protection. Sur ton chemin, tu auras besoin de courage pour surmonter les peurs qui t’empêcheraient de mener une vie harmonieuse. Makwa t’enseigne à affronter la peur et les dangers. » Récit inspirant qui incite le lectorat visé à une réflexion sur la culture des peuples autochtones et sur le sens des valeurs traditionnelles; œuvre pouvant intéresser le lectorat visé de par les thèmes exploités p. ex., peuples autochtones, règles de vie, croyances, traditions, éléments de la faune et la flore; possibilité de faire des liens avec le vécu des élèves en identifiant des situations en milieu scolaire et familial où les enseignements sacrés peuvent être mis en application. Nous, les lecteurs et les auteurs, sommes les prophètes que nous attendions tous. Il nous incombe d’œuvrer à la revitalisation de notre culture et de nos valeurs. Nous souhaitons aussi que ces réflexions aident les lecteurs à trouver en eux un plus grand courage et une plus grande sagesse, si précieux pour reconnaître et atteindre la vérité sur le chemin de la vie. » Texte aéré et mise en page dégagée; texte bilingue français/ojibwé, clairement séparé en milieu de page par un trait; jaquette de la couverture donnant un aperçu du récit ainsi qu’une brève biographie des auteurs, de l’illustratrice et de l’artiste musicien; chapitres divisés selon les sept enseignements sacrés; œuvre non paginée; nombreuses illustrations captivantes qui utilisent les formes traditionnelles de l’art autochtone et qui soutiennent la compréhension du texte; DVD multilingue accompagnant l’œuvre; présence d’éléments graphiques qui facilitent l’interprétation de l’œuvre p. ex., caractères italiques, majuscules, guillemets, tirets. "Selon la prophétie, quand règneront sic le chaos et l’absence d’harmonie, Elle reviendra. Elle a promis de revenir sous la forme d’un bison blanc. Selon certains, Elle serait déjà parmi nous." PAROLES DU CHEF ARVOL-CHEVAL-QUI-OBSERVE, GARDIEN DE LA 19E GÉNÉRATION DU CALUMET SACRÉ DE LA FEMME BISON BLANC DE LA NATION LAKOTA » Langue Registre de langue courant dans l’ensemble de l’œuvre; vocabulaire riche en lien avec le thème exploité p. ex., déférence, pondération, latent, oisiveté, visualisation. Ne gaspille rien et sers-toi de tout avec sagesse. Contente-toi de ce dont tu as besoin et donne toujours ce que tu as en trop. Traite les autres comme tu aimerais être traité… avec respect. Apprends le respect et apprends la pondération. Applique la loi du retour. Dans le grand cercle de la vie, ce que tu fais pour les autres te reviendra. Ce que tu donnes aux autres te sera toujours rendu. » "Chaque lutte, gagnée ou perdue, nous prépare à la suivante. L’insouciance et l’oisiveté nous affaiblissent et nous rendent inaptes au combat. Il faut à certains subir plusieurs défaites avant d’acquérir la force et le courage qui les mèneront à la victoire." » Texte contenant une variété de types et de formes de phrases p. ex., emploi fréquent du type impératif. Protège-toi et recentre-toi par le cèdre. Ensuite, recueille-toi sous le peuplier baumier. Dans l’une de ses branches, taille-toi une flûte et joue-moi un air en ré, car le ré est la note le plus en harmonie avec l’honnêteté. Cette mélodie me dira ta gratitude et tout ira alors pour le mieux. » Tu es unique, tu es spécial, tu as été créé ainsi. Il en va de même pour ton voisin, il en va de même pour les arbres et les fleurs. Il suffit de regarder autour de toi pour le constater. Ne pose pas de questions. Observe et écoute. Remarque ce qui se passe autour de toi. Observe ta vie et celle des autres. Sois attentif et écoute, et tu apprendras tout ce que tu as besoin de savoir. La connaissance s’acquiert, la sagesse se vit. Vis et apprends. » Emploi de figures de style p. ex., métaphores, énumérations qui viennent enrichir le texte et qui rendent la lecture imagée. Tu as vieilli, ta chevelure est blanche, tu arrives au crépuscule de ta vie. Tu as beaucoup appris. » Le foin odorant est la chevelure de notre mère la Terre. Tresse ses cheveux avant de les couper. Présente-lui une offrande de tabac. Ensuite, assieds-toi sous un sapin. » "Accueille la bonté, le calme, le silence et la douceur qui sont présents dans ton cœur, car c’est lorsque tu communies avec notre mère la Terre que tu peux entendre sa voix. Tu entendras les magnifiques chants d’amour qu’elle chante à tous ses enfants, les minéraux et les cristaux. […] Tu l’entendras aussi dans les soupirs du vent quand elle pleure pour ses créatures et ses enfants, elle pleure aussi pour toi." » Prédominance des séquences descriptives, qui contribuent à la compréhension de l’œuvre en permettant de saisir l’essence même des sept enseignements sacrés. La vérité est esprit. Prie tous les jours. Quand tu le peux, prie sous un arbre, au lever du soleil. Ne demande rien pour toi, sauf dans la stricte nécessité. Et sois toujours reconnaissant. Exprime ta reconnaissance par une offrande de tabac. En étant reconnaissant, tout ira mieux pour toi et pour ceux que tu aimes. » L’amour est l’aboutissement de tous mes enseignements. Tu ne connaîtras l’amour que si tu connais le courage. Tu ne pourras aimer que si tu es honnête. L’amour repose sur la sagesse de se connaître soi-même et sur l’humilité d’accepter ses faiblesses et d’être fier de ses forces. Au cœur de l’amour se trouvent tous mes autres enseignements, c’est pourquoi il est le dernier. » Référents culturels Illustrations faites par Kristy Cameron, artiste métisse de l’Ontario. Pistes d'exploitation Former sept équipes et assigner à chacune un des sept enseignements sacrés présentés dans l’œuvre l’humilité, l’honnêteté, le respect, le courage, la sagesse, la vérité et l’amour. Demander aux élèves de résumer, dans leurs propres mots, les éléments clés de cet enseignement. Les inviter à trouver une situation tirée de leur vécu où cet enseignement leur a été essentiel pour surmonter un défi ou régler un problème. Par la suite, proposer à chaque équipe de faire part de ses propos au groupe-classe et d’expliquer l’importance d’un tel enseignement pour mieux vivre en société. Proposer aux élèves de faire une recherche sur un des animaux servant de symboles pour les enseignements sacrés. Leur demander d’expliquer la raison qui aurait pu motiver les auteurs à choisir un animal particulier pour incarner chaque enseignement le loup pour l’humilité, le corbeau pour l’honnêteté, le bison pour le respect, l’ours pour le courage, le castor pour la sagesse, la tortue pour la vérité et l’aigle pour l’amour. Demander aux élèves d’utiliser le mode de présentation de leur choix p. ex., affiche, présentation médiatique, saynète, monologue pour faire part de leur recherche au groupe-classe. Si possibilité il y a, proposer aux élèves d’organiser une rencontre avec un membre d’une communauté autochtone, p. ex., un artiste ou un musicien, afin d’échanger au sujet des traditions, des croyances, des valeurs et du mode de vie de sa communauté. Au préalable, demander aux élèves de noter les questions et les points d’intérêt qu’ils aimeraient aborder à la rencontre. Conseils d'utilisation Inviter les élèves à lire d’autres œuvres de David Bouchard, dont les fiches descriptives sont disponibles dans FousDeLire, afin d’en apprendre davantage sur la culture autochtone. Faire la lecture du récit à l’aide du DVD inséré à la fin de l’œuvre afin d’apprécier l’harmonie entre le texte et l’accompagnement musical. Ressources additionnelles ressources éducatives en ligne, 5e à 10e année, Série Active-toi, Droits autochtones; Respect.
rahasia kunci segala kunci ilmu makrifat